Home » 7 Cara Ternak Ayam Petelur Rumahan untuk Bisnis
Peternakan

7 Cara Ternak Ayam Petelur Rumahan untuk Bisnis

Membudidayakan atau berbisnis ayam petelur tidak harus dengan menyewa lahan yang mengeluarkan biaya mahal. Hal itu dikarenakan beternak ayam bisa dilakukan di rumah yang mana dijadikan sebagai kandang atau tempat untuk berbisnis. Beternak ayam di rumah ini dianjurkan bagi peternak pemula yang belum banyak makan garam dalam bidang peternakan. Dengan area atau lingkup yang sempit ketika hasil ternak tidak seperti yang diharapkan hanya sedikit kerugian yang akan ditanggung. Berbeda jika ternak ayam dilakukan di lahan yang luas tentunya kerugian yang ditanggung juga akan semakin besar. Bagi Anda yang tertarik untuk menggeluti bisnis ternak ayam petelur rumahan, simak caranya berikut ini:

Siapkan DOC Ayam Petelur Berkualitas

Hal pertama yang harus disiapkan untuk memulai bisnis ayam petelur skala rumahan bisa dengan menyiapkan DOC ayam yang berkualitas. DOC ayam ini menjadi penentu kesuksesan ternak ayam yang digeluti. Tidak hanya untuk skala rumahan saja, namun dalam skala besar atau industri pun DOC ini sangat penting diperhatikan.  Untuk bisa menemukan DOC ayam yang berkualitas Anda bisa mendapatkannya di peternakan besar yang sudah terbiasa menjual DOC dengan kualitas super.

Baca juga : 5 Cara Ternak Ayam Petelur Tanpa Kandang yang Benar

Tentukan Jumlah DOC

Karena baru skala rumahan, jumlahnya pun tidak seperti jumlah ayam untuk skala industri. Khusus untuk skala rumahan jumlahnya ini tidak boleh kurang dari 100. Jika kurang dari angka tersebut takutnya jika peternak justru merugi. Hal tersebut dikarenakan tidak semua DOC tersebut bisa dipanen. Ada DOC yang tidak bisa bertahan hidup kemudian mati.

Mengukur Lahan

Langkah selanjutnya adalah ukurlah lahan yang dimiliki tersebut. Pengukuran lahan ini akan menentukan seberapa banyak ayam yang bisa dipelihara. Oleh sebab itu jika saat dilakukan pengukuran lahan estimasinya dirasa tidak cukup untuk jumlah ayam yang telah ditargetkan sebaiknya Anda mengurungkan niat untuk menggeluti ternak ayam petelur skala rumahan untuk bisnis. Namun jika untuk dikonsumsi pribadi akan sah-sah saja, karena mau untung rugi telur tersebut hanya akan mencukupi kebutuhan pribadi.

Kandang

Kandang dan manajemennya sangat penting dalam ternak ayam, sebab jika kandangnya tidak sesuai akan menyebabkan kurangnya produktivitas. Untuk skala rumahan ini sebaiknya menggunakan kandang yang berkualitas agar lingkungan rumah tetap steril dan terhindar dari kuman dan penyakit. Berbeda halnya jika Anda memiliki lahan khusus untuk mendirikan peternakan ayam petelur, kandang dengan kualitas standar biasa bisa digunakan.

Kebersihan Kandang yang Terjaga

Cara ternak ayam petelur rumahan yang bisa dilakukan selanjutnya adalah selalu jaga kebersihan kandang. Rutinlah dalam melakukan pembersihan area kandang supaya kandang tidak bau. Kebersihan kandang ini menjadi kunci sukses dalam beternak ayam sehingga jangan malas untuk membersihkan kandang.

Pakan dan Minum

Biaya yang dikeluarkan untuk ternak ayam petelur memang kebanyakan dihabiskan untuk biaya pakan. Supaya biaya tidak membengkak manajemen pakan ini sangat diperlukan. Anda harus tahu bagaimana caranya  supaya biaya pakan tidak membengkak tanpa harus mengurangi produktivitas dari ayam petelur tersebut. Khusus untuk minuman ayam jangan lupa untuk mengganti air minumnya setiap hari.

Vitamin

Vitamin bagi ayam petelur dan pedaging sangat penting. Hal itu dikarenakan daya tahan terhadap penyakit yang rendah maka vitamin ini harus rutin diberikan oleh ayam petelur. Selain itu jangan lupa untuk memberikan vaksinasi secara lengkap sebab ada penyakit mematikan yang tidak bisa diobati namun bisa dicegah dengan vaksin.

Baca juga : 4 Tips Ternak Ayam Kampung yang Benar

Untuk pebisnis pemula beternak ayam petelur skala rumahan ini sangat cocok dilakukan. namun jika ternak ayam petelur rumahan itu sudah sukses, Anda harus bisa meningkatkannya ke skala industri supaya bisnis yang  dijalankan bertambah dengan pesat.

Via : https://japfacomfeed.co.id

About the author

indonesiaartikel

Add Comment

Click here to post a comment