Health

Mengenal Lebih Dalam Intervensi Elektrofisiologi

check up jantung

Perkembangan di dunia kedokteran sangatlah pesat sehingga tidak heran jika saat ini metode perawatan pasien yang memiliki masalah jantung bisa berjalan dengan lancar. Ada kalanya pasien mengalami gangguan parah yang membuat detak jantung mereka memiliki ritme yang tidak normal. Untuk mengatasinya, diperlukan intervensi elektrofisiologi dengan alat pacu jantung. Beirut informasinya.

Apa Fungsi Utama Alat Pacu Jantung?

Manusia bisa menjalankan aktivitasnya dengan baik apabila jantungnya tidak mengalami masalah. Sayangnya, berbagai penyakit yang berkaitan dengan jantung sangat banyak. Bahkan berbagai penyakit lain seperti diabetes juga ternyata mempengaruhi kinerja organ tersebut. Tentu hal ini bisa membahayakan penderitanya.

Orang yang denyut jantungnya terlalu lambat membuat penderitanya mengalami gangguan seperti pusing, mudah lelah, dan pingsan. Jika dibiarkan, takutnya berbagai organ lain juga mengalami masalah karena darah yang tidak tersalurkan dengan baik. Oleh karena itu, pada akhirnya dibuatlah alat paci jantung.

Setelah melakukan pemasangan, pasien bisa langsung mengatur detak jantungnya sehingga ritme ny jauh lebuh normal. Alat tersebut bekerja dengan menyalurkan sinyal ke jantung melalui lead, untuk membuatnya berdenyut saat ritmenya berubah. Generator utamanya hanya seukuran wadah korek api. Sedangkan lead nya dipasang di bagian bilik jantung tergantung dengan saran dokter.

Pemasangan Alat Pacu Jantung

Karena termasuk salah satu posedut intervensi elektrofisiologi yang mutakhir. Alat pacu jantung dipasang dengan menggunakan kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah di bagian selangkangan. Pasien hanya memerlukan bius lokal sehingga tetap bisa berkomunikasi dengan dokter. Adapun waktu pemasangannya hanyalah sekitar 1 jam.

Alat tersebut ukurannya sangat kecil dan cukup berbeda dengan alat pacu konvensional yang menggunakan baterai dan kabel. Saat ini, alat pacu tersebut tidak lagi dilengkapi dengan lead. Alat tersebut juga memiliki baterai yang telah terintegrasi sehingga dapat bertahan lama. Selain itu, perangkat ini juga telah dilengkapi dengan elektroda sehingga pasien dapat melihat aktivitas jantungnya dengan baik.

Hingga saat ini, pemasangan alat pacu jantung cukup diminati karena memiliki banyak keunggulan. Proses pemasangan tidak akan meninggalkan bekas luka sehingga minim menimbulkan infeksi. Proses penyembuhannya juga singkat sehingga pasien tidak akan mengalami rasa sakit yang berkepanjangan.

Ukurannya yang kecil juga semakin membuat intervensi elektrofisiologi ini cukup praktis. Bahkan model yang terbaru, ukurannya 93 persen lebih kecil dibandingkan dengan versi konvensional. Tidak heran jika saat ini prosedur tersebut memiliki banyak peminat. Namun pastikan bahwa anda melakukan proses pemasangannya di rumah sakit jantung yang berpengalaman.

Sebelum proses pemasangan, dokter pasti akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Informasi kesehatan anda menjadi bahan pertimbangan yang paling utama. Anda harus sabar mengikuti setiap prosedurnya dan berusahalah untuk melaksanakan setiap anjuran dokter. Jika pada akhirnya dokter hanya memberikan obat, maka pilihan itulah yang dianggapnya paling cocok.

cek profil salah satu dokter jantung di bidang intervensi elektrofisiologi dr Sunu Budhi Raharjo

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *